Apa yang harus dilakukan jika orang yang kita kenal menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)?Libatkan diri kita! Keluar dari lingkaran kekerasan tidak semudah kelihatannya, karena korban dijerat sedemikian rupa oleh pelaku sehingga tidak berdaya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita. Perhatikan tanda-tanda kekerasan yang mungkin ada pada perempuan dan anak yang sudah diuraikan sebelumnya. Bicara dengan korban di tempat yang aman dan nyaman. Ajukan pertanyaan. Dengarkan baik-baik dan cobalah menempatkan diri kita pada posisinya.
Cobalah memahami hambatan apa saja yang membuat korban sulit untuk melepaskan diri. Jangan menyalahkan korban.
Di sini yang bersalah adalah pelaku yang tidak bisa mengontrol emosi(perasaan)nya.
Anggapan bahwa KDRT dipicu oleh adanya masalah dalam rumah tangga atau karena tidak adanya komunikasi yang baik dalam rumah tangga, tidaklah sepenuhnya benar. Anggapan tersebut seolah-olah menyalahkan masalah atau komunikasi.
Dorong korban untuk memperoleh bantuan profesional. Misalnya mendatangi petugas medis/rumah sakit (dokter, perawat atau bidan), konselor, psikolog, polisi atau pendamping hukum (pengacara) jika perlu Dampingi korban ketika mereka pergi ke kantor polisi, pengadilan, pekerja sosial dan konselor.
Jika tidak bisa, bantulah ia menemukan orang yang bisa menemaninya .
Tegaskan apa yang bisa dan tidak bisa kita bantu.
Ketenangan, kehadiran dan sedikit kata-kata lebih bermakna daripada nasihat panjang lebar Hindari menyelesaikan masalah ini sendirian.
Katakan bahwa korban tidak bisa membuat pasangan berhenti melakukan kekerasan, tapi korban bisa mencari bantuan dan dukungan untuk diri mereka sendiri.
Tidak ada yang berhak untuk disiksa.
Sumber artikel : Yayasan Pulih